- Teknologi Elektroforesis Matte
Teknologi elektroforesis matte adalah proses pelapisan elektroforesis khusus untuk perawatan permukaan profil aluminium. Ini menciptakan hasil akhir matte atau satin lowgloss melalui prinsip anyaman resin sekaligus menawarkan ketahanan cuaca yang sangat baik, resistensi korosi, dan kinerja lingkungan. Aspek kuncinya meliputi:
Prinsip Teknis
Inti dari elektroforesis matte terletak pada pencapaian refleksi difus melalui anyaman resin:
Anyaman Resin: Memanfaatkan perbedaan listrik antara resin pengikat untuk membentuk partikel mikrogel yang tidak larut dalam film pelapis. Variasi indeks bias di seluruh film menciptakan pantulan menyebar untuk efek matte.
Berat Molekul: Cat elektroforesis matte memiliki berat molekul lebih tinggi (70,000–80.000 g/mol) dibandingkan dengan elektroforesis glossy (25,000–40.000 gram/mol), menghasilkan film yang lebih tebal dengan daya tahan yang ditingkatkan.
Proses Produksi
Langkah-langkah khas:
- Pretreatment: Degreasing, pembersihan basa/asam, penetralan, dan membilas.
- Anodisasi: Anodisasi asam sulfat (10–Ketebalan film 12 μm).
- Warna: Pewarnaan garam singlenickel menentukan rona akhir.
- Membilas: Panas (60–80°C) dan pencucian air murni dingin (daya konduksi <50 μS/cm).
- Elektroforesis: 180–tegangan 250V, 20–25°C, 2–5 menit (15Lapisan –20 μm).
- Pengobatan: 160–190°C selama 30–40 menit (kekerasan film: 4-5 jam).
Fitur
Kilau Rendah: 60° nilai kilap <30 gu, mengurangi polusi cahaya.
Tahan Cuaca: 8,000+ jam dalam tes yang dipercepat (vs. 1,500–4,500 jam untuk pelapis standar).
Ramah Lingkungan: Berbasis air, emisi VOC rendah.
Membersihkan Diri: Permukaan tahan noda.
- Teknologi Anodisasi Aluminium
Anodisasi adalah proses elektrokimia yang menghasilkan lapisan oksida padat (Al₂O₃) pada permukaan aluminium, meningkatkan ketahanan terhadap korosi, ketahanan aus, dan estetika.
Prinsip kerja
Elektrokimia: Aluminium bertindak sebagai anoda dalam elektrolit asam (MISALNYA., asam sulfat):
Anoda: \( 2Al + 3H_2O panah kanan Al_2O_3 + 6H^+ + 6e^ \)
Katoda: \( 6H^+ + 6e^ panah kanan 3H_2↑ \)
Struktur Lapisan:
Lapisan Penghalang: Lapisan dalam yang kompak (0.01–0,1 mikron).
Lapisan Berpori: Struktur luar sarang lebah (10%–30% porositas).
Aliran proses
- Pretreatment: Degreasing → Pengetsaan basa → Netralisasi.
- Anodisasi:
Elektrolit: 15%–20% asam sulfat.
Parameter: 12–20V, 1–2 A/dm², 18–22°C, 30–60 menit (5ketebalan –25 mikron).
- Warna (Opsional):
Elektrolit: garam logam (Di dalam, sn) untuk perunggu/hitam.
Pencelupan: Pewarna organik untuk warna.
- Penyegelan: Air panas (90–100°C) atau larutan yang mengandung Ni/F dingin.
Karakteristik
| Milik | Keterangan |
| Ketahanan Korosi | Tahan 1,000+ jam dalam tes semprotan garam |
| Kekerasan | 200–400 HV (vs. 100 HV untuk aluminium telanjang) |
| Isolasi | Tegangan tembus: 30–100 V/μm (digunakan dalam elektronik) |
| Estetika | Dapat disesuaikan melalui pewarnaan / hasil akhir matte |
Aplikasi
Konstruksi: jendela, fasad.
Industri: Radiator otomotif, mesin.
Teknologi Canggih: Anodisasi keras (>50 mikron) untuk luar angkasa.
Inovasi
Anodisasi Keras: Suhu rendah (0–10°C), tegangan tinggi (40–100V).
Oksidasi Busur Mikro: Pelapis keramik berbantuan plasma (>2,000 HV).
Kedua terjemahan tersebut menjaga keakuratan teknis sekaligus memastikan keterbacaan bagi pembaca teknik internasional. Beri tahu saya jika Anda ingin penyempurnaan apa pun!


